Pages

Selasa, 13 Maret 2018

Interaksi Mutualisme Protozoa dan Alga

Nama : Nurul Mudiah
Nim    : 1157020060

Interaksi mutualisme Vorticella dengan alga biru
Vorticella merupakan jenis ciliata yang bentuknya seperti lonceng dan bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral yang terdapat silia disekitar mulutnya. Hidup berada di air tawar, menempel dengan tangkai batang yang sifatnya kontraktil dan substrak. Makanannya berupa bakteri atau sisa-sisa bahan organik yang masuk bersama aliran air melalui celah mulutnya. Karena Vorticella termasuk kedalam protozoa jenis cilliata yang memiliki ciri-ciri bergerak dengan silia atau rambut getar, bersifat heterotrof. Dan untuk dapat melakukan interaksi mutualisme dengan alga, maka jenis protozoa tersebut harus bersifat heterotrof dan pada vorticella merupakan protozoa yang bersifat heterotrof sehingga dapat melakukan interaksi mutualisme dengan alga. 



Selanjutnya adalah untuk interaksi mutualisme antara protozoa dengan alga, maka tidak semua jenis alga dapat melakukan interaksi tersebut. Adapun ciri ciri yang dimiliki oleh alga biru diantaranya Struktur tubuh terdiri atas satu sel, ada pula yang bersel banyak. Yang bersel banyak berupa benang atau koloni. Tidak berkloroplas, tetapi berklorofi.Sel-sel bersifat prokariotik yaitu bahan ini belum terbungkus oleh membran inti atau kariotekaMempunyai pigmen fikosianin.Sebagai vegetasi perintis, yaitu dapat hidup pada daerah yang tumbuhan lain tidak dapat hidup.Cara hidupnya sebagai epifit atau sebagai endofit pada hewan atau tumbuhan dan sebagai plankton. Pada umumnya alga biru berkembang biak secara vegetatif, yaitu dengan membelah diri atau fragmentasi.
Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana Vorticella melakukan interaksi mutualisme dengan alga biru? Alga biru ini bersifat autotrof atau sumber C didapatkan CO2 dan vorticella membutuhkan bahan-bahan organik seperti glukosa dan juga oksigen. Sedangkan alga membutuhkan karbon dioksida. Keadaan habitatnya yag sama yaitu di air tawar, contoh alga air tawar adalah alga biru mampu menunjukkan adanya  interaksi mutualisme. Alga hbiru memiliki peranan penting yaitu sifat dari alga biru yang autotrof  menjadikannya sebagai produsen penting, di manapun habitat  tempat alga beradaJika dalam kultur alga dimasukkan zat organik sederhana, yaitu karbon dioksida dan cahaya, alga ini akan berfotosintesis dan menghasilkan karbohidrat, protein, serta lemak. (Campbell et al. 2005).




0 komentar:

Posting Komentar