Pages

Minggu, 11 Maret 2018



simbiosis antara alga dan prtozoa 
oleh Tuti Muflihah 
gambar 1 chorella
gambar 2 paramecium 


Simbiosis mutualisme merupakan interaksi antar mikroorganisme dapat saling menguntungkan. Hubungan interaksi mutualisme dapat terjadi antar  mikroorganisme yang berkerjasama dalam proses metabolisme. Biasanya satu jenis mikroorganisme menyediakan nutrisi bagi mikroorganisme lain begitupula sebaliknya. Simbiosis mutualisme bersifat sangat spesifik (khusus) dan salah satu populasi tidak dapat digantikan oleh spesies lain yang mirip (H. Fried, George, J. Hademenos George. 2006). Sebagai contohnya adalah simbiosis mutualisme antara alga dan protozoa. Perlu diketahui bahwa alga memiliki ciri yaitu bersifat autotrof artinya mampu membuat makanannya sendiri, namun untuk sumber C (karbon) berasal dari CO2. Kemampuan alga dapat membuat makanannya sendiri dikarenakan alga memiliki klorofil yang berguna untuk fotosintesis. Salah satu jenis alga yang bersifat autotrof yaitu alga cokelat (Phaeophyta), alga hijau (Chlorophyta), Alga Keemasan (Chrysophyta), dan Diatom (Bacillariophyta).  Sedangkan protozoa memiliki ciri yaitu umumnya bersifat heterotrof yaitu makhluk hidup yang mendapatan sumber energinya dari cahaya dan gluosa. Selain itu juga protozoa tergolong dalam aerobik nonfotosintetik, tetapi beberapa protozoa dapat hidup pada lingkung ananaerobik misalnya pada saluran pencernaan manusia atau hewan ruminansia. Contoh protozoa diantaranya yaitu Amoeba, Paramecium, Ciliata, Fifoflagellata dan lain-lain (Riyanto, Bekti, dkk. 2000).

Simbiosis yang terjadi antara alga dan Paramecium yaitu Paramecium sebagai host atau inang dari alga. Dimana paramecium akan mendapatkan oksigen yang cukup dari peristiwa fotosintesis yang dilakukan alga, serta mendapatkan zat organik yang digunakan untuk energi bagi protozoa. Sedangkan alga akan mendapat gas CO2 dari pernafasan Paramecium yang digunakan sebagai nutrisi untukmembentuk zat organik. Para peneliti menyimpulkan protozoa yang bersel satu disebut Paramecium bursaria yang mengambil keuntungan dengan mengekploitasi alga hijau (chorella) yang hidup didekatnya yang menyediakan gula dan oksigen dari hasil fotosintesis. Penelitian ini juga dikuatkan oleh hasil dari University of Sheffield tentang pengujian hubungan simbiosis Paramecium dan alga melalui gradient intensitas cahaya yang berbeda. Pada saat cahaya meningkat atau terang, maka terjadi simbiosis antara Paramecium dan alga. Namun pada saat cahaya berkurang atau gelap, maka tidak terjadi simbiosis antara keduanya. Hal ini disebabkan paramecium tidak mendapatkan gula dan nutrisi saat cahaya gelap, karena alga tidak berfotosintesis. Kedua bentuk hubungan tersebut dicirikan masing-masing mendapatkan nutrisi dan sama-sama mendapatkan keuntungan yang positif dari metabolit yang dihasilkan oleh dua spesies yang berbeda (Syauqi, 2017).

DAFTAR PUSTAKA                    

H. Fried, George, J. Hademenos George. 2006. Biologi Edisi 2. Jakarta: Erlangga

Riyanto, Bekti, dkk. 2000. Biologi Untuk SMA Kelas X.Solo: CV. Sinduna.

Syauqi, A.2017. Mikrobiologi lingkungan peranan mikroorganisme dalam kehidupan. Cv Andi offset: Yogyakarta

0 komentar:

Posting Komentar